Mungkin kita sering mendengar kalimat ini sebagai sebuah janji dari dua insan yang sedang di mabuk asmara. Kebanyakan kaum adam lah yang akan mengatakan itu untuk meluluhkan hati sang pujaannya, dan kaum hawa lebih banyak yang menjadi pihak yang mendengarkan. Disini mungkin bisa disebutkan juga motivasi dari kaum adam berbeda-beda, ada yang mengatakan itu karena merasa itu adalah kalimat pamungkas, ada juga yang mungkin benar-benar tulus, karena hatinya memang sedang berkobar-kobar sehingga pada saat itu dia merasa bisa melakukan janjinya itu.
Tapi pernahkah kita berpikir, kenyataan yang ada itu tidak akan sepenuhnya terjadi. Saat janji itu butuh untuk dibuktikan, seringkali tidak bisa di penuhi saat itu juga, sehingga pihak yang memerlukan pembuktian itu merasa kecewa, sedih bahkan marah. Disamping itu pihak yang menjanjikan itu juga merasa bersalah karena tidak bisa membuktikan janjinya itu, dan lebih parahnya lagi ada juga yang berkelit atau mencoba mengelak dengan mengeluarkan berbagai macam alasan.
Disini bisa kita lihat ada banyak faktor yang mempengaruhi, dari situasi dan kondisi saat itu yang tidak memungkinkan, sampai faktor kepentingan dan prioritas keluarga.
Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan? Bagaimana seharusnya masing-masing pihak itu bersikap menghadapi keadaan tersebut?
Kaum adam, saat anda sudah pernah mengucapkan janji itu, berusahalah untuk bisa menepatinya tanpa harus merugikan pihak-pihak lain. Meskipun pada saat anda tidak bisa menepati janji itu, janganlah anda mengelak dengan berbagai macam alasan, tetapi akuilah ketidakmampuan anda, bukan karena anda memang tidak mampu, tapi karena kondisi saat itu yang benar-benar tidak memungkinkan.
Kaum hawa, saat anda menerima janji itu, janganlah langsung menanamkan itu pada pola pikir anda, bahwa suatu saat nanti anda menuntut janji itu dan harus bisa dibuktikan 100%. Sebab manusia itu tidak sempurna, dan juga manusia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti. Mungkin pada saat itu akan merasa kecewa dan marah, itu sangat wajar. Tapi jangan sampai emosi anda itu membuat semua kondisi yang sudah buruk bertambah buruk. Disinilah sikap yang bisa dilakukan, mempersiapkan diri karena suatu saat nanti anda pasti akan menghadapi situasi ini, belajar untuk memaafkan, belajar untuk mengerti.
Janji..memang mudah diucapkan, tapi sulit untuk ditepati..
by Fan
25 Mar 2010
21:31 WIB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar