Jumat, 30 Juli 2010

Mempertahankan jauh lebih sulit daripada waktu membangun

Ketika dua pribadi yang berlainan jenis bertemu satu sama lain dan menemukan persamaan-persamaan yang menyatukan mereka dalam suatu hubungan, itu disebut dengan keajaiban cinta.
Namun disisi lain, kita sering melupakan dan mengabaikan perbedaan-perbedaan yang ada. Mungkin karena saat memulai suatu hubungan, istilahnya masih hot-hotnya, maka perbedaaan itu dipandang sebelah mata dan mengganggap itu bukan masalah besar, setidaknya untuk saat ini. Kita cenderung lebih fokus pada persamaan-persamaan yang ada. Disini juga bisa dibilang cinta itu membutakan, dan itu benar sekali. Justru ketika suatu hubungan sudah mulai berjalan lebih lama, maka hambatan, tantangan dan rintangan yang akan dihadapi akan semakin sulit. Perbedaan-perbedaan yang tadinya tidak dihiraukan dan dianggap remeh, akhirnya mulai menjadi masalah. Bahkan ini juga bisa jadi penentu apakah hubungan yang telah ada ini bisa terus berlanjut dan menjadi semakin kokoh, atau sebaliknya malah menyebabkan perpisahan. Bisakah pasangan anda tetap menerima perbedaan ini atau malah anda sendiri yang mengganggap ini menjadi penghalang untuk kelanjutan hubungan, semuanya itu kembali pada pribadi masing-masing.
Bukan hanya itu, semakin lama suatu hubungan itu dijalani, pada setiap tingkatan baik itu dari masa pacaran maupun pada masa sudah menikah, suatu saat nanti pasti akan ada fase kejenuhan dan akan mencapai titik puncaknya. Pada saat-saat ini lah hubungan itu akan kembali diuji. Jangan lupa karena dari awalnya memang hubungan ini terbentuk dari dua pribadi yang berbeda, sifat maupun latar belakangnya.
Bagaimana harusnya kita bersikap dalam menghadapi masalah-masalah ini?
Kita bisa mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu. Kita harus bisa menyediakan lahan seluas mungkin dalam hati kita, bukan hanya untuk diisi dengan kecocokan-kecocokan, tapi juga diisi oleh segala macam perbedaan yang ada.
Karena saat kita memutuskan untuk menjalani hidup ini dengan seseorang yang kita cintai, bukan hanya cinta saja yang bisa kita beri, tapi menerima pasangan anda apa adanya, baik kelebihan maupun kekurangannya. Disini kadar untuk menerima kekurangannya harus lebih besar.
Kita juga harus bisa lebih meningkatkan rasa pengertian dan kesabaran dalam diri kita. Berilah dia waktu jika pasangan anda belum bisa menerima perbedaan-perbedaan itu. Dan janganlah memaksakan semua itu, sebab itu bukan menjadikan situasi ini jadi lebih baik tetapi malah akan membuatnya semakin tertekan. Semuanya itu butuh proses.
Satu hal lagi yang paling penting dan paling utama dari semuanya adalah berdoa. Sebab sekeras apapun usaha kita untuk mempertahankan semua ini, kalau tanpa berpegang pada Tuhan, maka semua itu akan sia-sia. Percayalah, doa itu sangat manjur, apalagi kita berdoa dengan sungguh-sungguh.
Well, itulah sedikit coretan-coretan dari saya. Mungkin saya tidak punya banyak pengalaman, hubungan yang dulu pernah saya jalankan juga tidak berhasil. Tapi izinkan saya untuk berbagi, sekiranya ini bisa sedikit membantu, bisa sedikit memberikan pengharapan bagi anda yang ingin berjuang dalam mempertahankan hubungan anda, karena mempertahankan suatu hubungan jauh lebih sulit daripada saat kita mulai membangun hubungan itu.
By Fan
1 April 2010

Ketika dia mengucapkan “aku akan melakukan apapun untukmu”

Mungkin kita sering mendengar kalimat ini sebagai sebuah janji dari dua insan yang sedang di mabuk asmara. Kebanyakan kaum adam lah yang akan mengatakan itu untuk meluluhkan hati sang pujaannya, dan kaum hawa lebih banyak yang menjadi pihak yang mendengarkan. Disini mungkin bisa disebutkan juga motivasi dari kaum adam berbeda-beda, ada yang mengatakan itu karena merasa itu adalah kalimat pamungkas, ada juga yang mungkin benar-benar tulus, karena hatinya memang sedang berkobar-kobar sehingga pada saat itu dia merasa bisa melakukan janjinya itu.

Tapi pernahkah kita berpikir, kenyataan yang ada itu tidak akan sepenuhnya terjadi. Saat janji itu butuh untuk dibuktikan, seringkali tidak bisa di penuhi saat itu juga, sehingga pihak yang memerlukan pembuktian itu merasa kecewa, sedih bahkan marah. Disamping itu pihak yang menjanjikan itu juga merasa bersalah karena tidak bisa membuktikan janjinya itu, dan lebih parahnya lagi ada juga yang berkelit atau mencoba mengelak dengan mengeluarkan berbagai macam alasan.
Disini bisa kita lihat ada banyak faktor yang mempengaruhi, dari situasi dan kondisi saat itu yang tidak memungkinkan, sampai faktor kepentingan dan prioritas keluarga.

Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan? Bagaimana seharusnya masing-masing pihak itu bersikap menghadapi keadaan tersebut?

Kaum adam, saat anda sudah pernah mengucapkan janji itu, berusahalah untuk bisa menepatinya tanpa harus merugikan pihak-pihak lain. Meskipun pada saat anda tidak bisa menepati janji itu, janganlah anda mengelak dengan berbagai macam alasan, tetapi akuilah ketidakmampuan anda, bukan karena anda memang tidak mampu, tapi karena kondisi saat itu yang benar-benar tidak memungkinkan.

Kaum hawa, saat anda menerima janji itu, janganlah langsung menanamkan itu pada pola pikir anda, bahwa suatu saat nanti anda menuntut janji itu dan harus bisa dibuktikan 100%. Sebab manusia itu tidak sempurna, dan juga manusia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti. Mungkin pada saat itu akan merasa kecewa dan marah, itu sangat wajar. Tapi jangan sampai emosi anda itu membuat semua kondisi yang sudah buruk bertambah buruk. Disinilah sikap yang bisa dilakukan, mempersiapkan diri karena suatu saat nanti anda pasti akan menghadapi situasi ini, belajar untuk memaafkan, belajar untuk mengerti.

Janji..memang mudah diucapkan, tapi sulit untuk ditepati..

by Fan
25 Mar 2010
21:31 WIB

Dua sisi perasaan

Perasaan manusia tentang cinta ada dua macam, yg pertama adalah perasaan yg dirasakan saat sedang jatuh cinta, yg membuat kita seakan melayang-layang. Dan yg kedua tentu saja adalah kebalikannya, perasaan yg dirasakan saat patah hati, yg membuat hidup kita seakan sudah berakhir.
Dua sisi perasaan yg berlawanan ini tetapi dirasakan dlm satu hati yg sama. Ibarat uang koin yg mempunyai dua sisi, saat kita melemparkankannya dan jatuh ke lantai, maka hanya ada satu sisi saja yg terlihat.
Dua perasaan ini disebabkan oleh satu hal yg dinamakan cinta..
Cinta yang terlihat begitu sederhana itu ternyata dibalik semua itu ada hal-hal yang begitu rumit tentangnya.

Aku merasa banyak mengetahui hal-hal tentang cinta, tapi saat kita merasakannya sendiri tidak semudah yang dibayangkan. Aku cuma mengetahuinya tapi tidak memahaminya. Ternyata semua yg dirasakan ini bukan hanya perasaan saat itu saja, tetapi perasaan ini harus dan akan melalui suatu proses dan dalam menjalaninya ini akan merasakan suka-dukanya, perjuangan untuk mempertahankan cinta itu setiap harinya. Jadi aku ini yang merasa banyak tahu tentang cinta ternyata pengetahuanku ini tidak ada apa-apanya dan itu hanya sebagian kecil dari hal-hal tentang cinta dalam hidup ini yang begitu sedemikian rumitnya.

Aku yakin kita semua pasti pernah mengalami perasaan ini.
Mungkin kita akan bertanya, kenapa kita harus mengalami dua macam perasaan ini? kenapa ga bole mengalami satu macam saja?
Well, itu agar kita bisa tahu, saat kita jatuh, kita bisa belajar untuk bangkit. Tapi ini tergantung pilihan kita, apakah kita memilih untuk tetap tersungkur atau memilih untuk bangun dan berjalan lagi.

Itulah cara Tuhan melatih kita dalam menjalani hidup, dengan perasaan2 yg kita rasakan ini.
Dia sedang menyiapkan rencana yg indah buat hidup kita, rencana yang mungkin kadang tdk akan kita mengerti, bahkan akan kita anggap mustahil, tetapi percayalah dlm Tuhan tiada yg mustahil, kita hanya perlu percaya padaNya & membiarkanNya mengatur hidup kita, sebab rancangan Tuhan atas hidup kita bukanlah rancangan celaka..

NB: Tulisan ini kutuliskan buat temanku yg hari ini sedang mengalami patah hati..

By Fan

04 Feb 2010